Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ditarget mencapai modal inti Rp 3 miliar pada Desember 2019.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama PD BPR Kota Pontianak, Agus Subardi mengatakan BPR yang dipimpin olehnya sudah memenuhi dan melampaui modal sesuai ketentuan.
"Betul, kalau modalnya minimalis ya hasilnya juga minimal sehingga sulit untuk berkembang. Karena berusaha tidak dalam skala ekonomis. Modal inti Bank Pasar Sudah Rp 6,5 miliar. Dari segi modal sesuai ketentuan OJK tak masalah,"ujarnya pada Jumat (28/10/2016).
Potensi BPR saat ini kata Agus masih dapat dimaksimalkan karena potensi marketnya masih terbuka lebar.
"Kita sudah terapkan IBS core sesuai dengan standar ISO dan UU IT tentang transaksi keuangan sehingga teknologi di bank pasar tidak ada permasalahan,"ujarnya.
Dengan IBS Core kata Agus memungkinkan transaksi real time dan pelayanan lebih cepat, accuracy terjamin dan support untuk ATM.
Penerapan IBS Core menurutnya sekarang pedagang pasar tidak perlu ke kantor karena bisa di layani di tempat oleh petugas Bank Pasar.
Ia mengatakan semakin optimis dengan kerjasama beberapa waktu lalu dengan Telkom untuk pelayanan semua tagihan via online dan real time. Posisi keuangan Bank Pasar ia akui juga sudah melampaui target dan sangat sehat.
"Nasabah funding sekitar 10.000 an dan debitur sebanyak 1208. Kita sudah dipercaya oleh Bank lain yang kelebihan likuiditas untuk ditempatkan ke Bank Pasar Rp 5,9 miliar serta dapat linkage program dengan BNI Rp 10 miliar,"ujarnya.